Persiapan Wawancara Kerja

Wawancara adalah tahap lamaran kerja setelah kita lolos tahap terkait CV dan test tertulis pada suatu perusahaan. Ini berati perusahaan ingin menggali lebih jauh kebenaran / kesesuaian CV dengan kemampuan yang kita miliki.

Menurut Laporan wartawan C6-09 Nadia Felicia (Kompas.com) dan tips yang disajikan Jane Buckingham dari The Modern Girl’s Guide to Life untuk menghadapi wawancara kerja ada beberapa Hal yang perlu kita persiapkan dalam melakukan test wawancara.


Persiapan
Biasanya, sebelum wawancara kerja, calon karyawan akan dihubungi beberapa hari sebelumnya. Nah, saatnya Anda menyiapkan pakaian yang sekiranya cocok untuk wawancara kerja. Coba lakukan simulasi dengan orang terdekat Anda yang bisa memberikan masukan apa yang mesti diperbaiki. Coba lakukan tanya jawab dengan pertanyaan-pertanyaan seputar diri Anda dan lainnya. Atau, untuk lebih baiknya lagi, rekam diri Anda saat sedang berlatih, lalu tonton lagi dan perbaiki sikap-sikap atau cara penyampaian yang kurang.

Pastikan pakaian yang Anda kenakan cukup sopan, nyaman, dan tidak berlebihan. Hindari pakaian berpotongan terlalu terbuka.

Perlengkapan
Ingat-ingat isi dari resume Anda. Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan diri dan apa yang cocok untuk perusahaan. Sebaiknya membawa salinan CV dan surat lamaran, jika ada, bawa juga portfolio hasil kerja Anda. Bawa pula alat tulis, jika diperlukan, Anda tidak merepotkan si pewawancara.

Latar Belakang
Pastikan Anda mengetahui latar belakang perusahaan yang dituju sebaik mungkin. Lakukan riset kecil-kecilan agar perusahaan yang Anda tuju tak perlu menjelaskan kembali dengan panjang lebar. Ini pun bisa menjadi nilai tambah untuk Anda.

Tenangkan Diri dan Istirahat Cukup
Malam sebelum wawancara kerja, pastikan Anda mendapat cukup istirahat. Pasang alarm supaya tidak kesiangan. Pastikan untuk bangun lebih awal, supaya cukup waktu untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat. Paginya, jangan lupa untuk sarapan dan memastikan perut Anda tidak terlalu penuh untuk menghindari ingin ke toilet di menit-menit terakhir. Tenangkan diri dengan mengambil napas dari udara segar. Usahakan untuk datang sebelum waktu yang ditentukan. Dengan begini, Anda bisa menenangkan diri sambil duduk atau touch up di toilet. Pastikan make up Anda tidak berantakan, cukup sederhana, tidak berlebihan. Cek pula nafas dan aroma tubuh.

Saat Wawancara
Di saat ini, yang bisa Anda lakukan hanyalah menjadi diri sendiri. Perhatikan bahasa tubuh Anda. Coba pikirkan wawancara kerja ini seperti kencan pertama. Komunikasi harus dua arah, setelah diberikan kesempatan untuk bertanya, bertanyalah seputar perusahaan dan jabatan yang dituju.

Jangan takut jika tiba-tiba suasana menjadi hening. Salah satu teknik yang suka digunakan pewawancara adalah adanya suasana yang mendadak hening. Terkadang ini dilakukan untuk melihat apakah Anda akan merasa kecil dan terpojok, lalu bicara ngalor ngidul. Cukup jawab setiap pertanyaan selengkap dan sepadat mungkin. Jika Anda merasa jawabannya sudah cukup, berhentilah, senyum, tunggu pertanyaan selanjutnya. Semoga berhasil!

Komentar FB


Probably Related Article



2 comments:

KOMUNITAS NKRI said...
March 18, 2009 at 11:29 AM

Ada tambahan 1 item lagi friend, yaitu kesiapan menerima UMR sebagai imbalan akibat kurangnya persiapan mental memasuki dunia kerja. Menurut pengalaman saya, ketika kita siap dengan skill yang power full maka perusahaan berkilah kalau lowongan yang tersedia hanya untuk pemula atau perusahaan tidak mampu membayar gaji dengan pengalaman segede itu. Namun bila kita memang benar-benar amatiran maka dengan mantap perusahaan mengatakan kalau lowongan yang ada khusus untuk tenaga skill alias kualified. Bagaimana supaya ada titik temu? ujung-ujungnya kita harus pasrah dengan poros tengah yang bernama UMR. Itulah yang tidak pernah mengalami perubahan sampai sekarang. Sebab kita tidak punya pilihan apalagi kalau lagi sedang menganggur.

picas.line said...
March 18, 2009 at 6:33 PM

Wah Komunitas NKRI benar benar memahami dunia wawancara ini. Iya, tak pelak itu jalan tengah yang harus diambil oleh kita kaum pengangguran. Namun usaha-usaha harus kita lakukan agar kemampuan kita tidak dipandang sebelah mata tentunya. Ketekunan dan keuletan yang kita miliki adalah modal untuk karier lebih baik.

Related Posts by Categories



Widget by